Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Sosial Komisariat Universitas Negeri Surabaya merupakan salah satu basis kaderisasi yang bernaung dalam struktur PMII di lingkungan kampus UNESA, khususnya di rumpun Fakultas Ilmu Sosial dan bidang keilmuan yang berorientasi pada realitas masyarakat.
Rayon Sosial tidak hanya menjadi ruang berhimpun, tetapi
juga ruang proses, tempat kader ditempa melalui dialektika antara nilai
keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan sosial. Sebagai bagian dari tradisi
besar PMII yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), PMII Rayon
Sosial hadir sebagai wadah pembentukan kader yang kritis, dan transformatif
dalam membaca serta merespons dinamika sosial, baik di ranah kampus maupun
masyarakat luas. Dengan demikian, keberadaannya tidak hanya bersifat
struktural, tetapi juga ideologis dan praksis.
Pada akhirnya, ber-PMII bukan hanya tentang keanggotaan, tetapi tentang proses berkhidmat untuk tumbuh menjadi seorang kader yang sadar terhadap nilai dan persahabatan.
Historis dan Manifestasi PMII Rayon Sosial
PMII Rayon Sosial merupakan hasil dari dinamika perkembangan kaderisasi di lingkungan Komisariat PMII UNESA yang berlangsung secara bertahap dan kontekstual. Berdasarkan penuturan Kang Masduki (Ketua Komisariat PMII UNESA masa khidmat 2001 dan juga sebagai alumni dari fakultas FISH atau yang sekarang dikenal dengan FISIPOL); pada awal tahun 2000-an struktur organisasi PMII Komisariat UNESA masih terdiri dari dua basis Rayon, yakni Rayon Lidah dan Rayon Ketintang.
Seiring dengan meningkatnya jumlah kader serta kompleksitas kebutuhan gerakan, terjadi proses diferensiasi struktural. Rayon Ketintang kemudian berkembang menjadi Rayon Ekonomi Sosial (Eksos) dan Rayon Saintek sebagai upaya penguatan kaderisasi berbasis keilmuan dan ruang gerak yang lebih spesifik.
Perkembangan tersebut terus berlanjut hingga pada tahun 2017 Rayon Eksos kembali mengalami pemekaran menjadi dua rayon, yaitu Rayon Ekonomi dan Rayon Sosial. Dari sinilah PMII Rayon Sosial resmi berdiri sebagai entitas kaderisasi yang mandiri, dengan awal kepemimpinan oleh sahabati Diana Alfi Nuraini dari Prodi Administrasi Negara sebagai Ketua Rayon Sosial Pertama yang membawa perjalanan tumbuhnya Rayon Sosial.
Keberadaan PMII Rayon Sosial tidak hanya dipahami sebagai hasil administratif organisasi, tetapi sebagai manifestasi dari kebutuhan objektif gerakan dalam memperkuat kaderisasi, intelektualitas, dan gerakan sosial.
.png)