Rabu, 22 April 2026

PMII Rayon Sosial UNESA Adakan “Iftar Meet & Tadabbur Ramadhan”, Bahas Polarisasi Konflik Global



Dalam rangka mengisi momentum bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang reflektif dan bernilai intelektual, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Sosial Komisariat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kegiatan bertajuk “Iftar Meet & Tadabbur Ramadhan” pada Rabu, 11 Maret 2026, bertempat di Graha Harakah.

Kegiatan ini mengusung tema “Membaca Dialektika Pergerakan Umat” dengan menghadirkan pemantik diskusi, Moh. Najmuddin, S.Hum., M.Si., yang merupakan dosen Hubungan Internasional Unesa sekaligus kader PMII Alumni Universitas Indonesia (UI). Seluruh kader PMII Rayon Sosial turut hadir dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat dimensi spiritual sekaligus intelektual kader.

Tidak sekadar menjadi ajang buka bersama, kegiatan ini juga diisi dengan sharing session dan kajian kritis yang mengangkat isu global yang tengah menjadi perhatian dunia, yakni polarisasi konflik Iran–Amerika Serikat–Israel dalam perspektif sosial dan politik.

Kegiatan ini merupakan bentuk integrasi antara nilai keislaman dan tradisi intelektual yang selama ini menjadi ciri khas PMII. Dalam sesi pemaparan, pemantik menguraikan bagaimana konflik global tersebut tidak hanya berdampak pada relasi antarnegara, tetapi juga membentuk opini publik, polarisasi politik, hingga dinamika sosial di berbagai belahan dunia. Diskusi kemudian berkembang menjadi ruang dialektika yang aktif, di mana kader turut memberikan pandangan serta analisisnya masing-masing.

Selain sebagai ruang kajian, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antar kader melalui momentum kebersamaan dalam buka puasa. Nuansa kekeluargaan yang terbangun memperkuat identitas PMII sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak secara struktural, tetapi juga kultural.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PMII Rayon Sosial menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang diskusi yang relevan, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan gerakan.


Penulis: M. Alvin Putra Hardiyanto

PMII Rayon Sosial UNESA Gelar “Safari Pergerakan” sebagai Langkah Awal Konsolidasi Kepengurusan



Mengawali masa khidmat 2026–2027, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Sosial Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meluncurkan program perdana bertajuk “Safari Pergerakan”. Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam memperkenalkan arah baru kepengurusan sekaligus memperkuat basis kader di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL).

Program ini menjadi titik awal konsolidasi organisasi sekaligus ruang penguatan nilai-nilai ideologis kader di tengah dinamika gerakan mahasiswa yang semakin kompleks. “Safari Pergerakan” dirancang sebagai upaya strategis dalam membangun kesadaran kolektif kader akan pentingnya peran PMII sebagai agen perubahan sosial terutama dalam ranah fakultas sendiri.

Ketua Rayon Sosial masa khidmat 2026–2027 menyampaikan bahwa “Safari Pergerakan” menjadi momentum awal untuk menyatukan persepsi kader di berbagai jurusan serta memperkuat hubungan emosional antar anggota.

“Kita ingin Rayon Sosial hadir bukan hanya secara struktural, tetapi juga terasa secara kultural di setiap jurusan. Maka dari itu, Safari Pergerakan ini menjadi ruang perjumpaan, dialog, dan konsolidasi bersama,” ujarnya.

Selain menjadi forum pengenalan organisasi, kegiatan ini juga difungsikan sebagai ruang partisipatif bagi kader untuk menyampaikan aspirasi, harapan, serta kritik terhadap arah gerak PMII Rayon Sosial ke depan. Aspirasi tersebut nantinya akan menjadi bahan refleksi dan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan organisasi.

Kegiatan ini juga diarahkan sebagai langkah awal dalam pemetaan potensi kader. Melalui interaksi langsung di setiap program studi, kami berupaya mengidentifikasi minat, bakat, serta kecenderungan kader sebagai dasar dalam penyusunan struktur kepengurusan yang akan kami susun agar lebih progresif nan berdampak berdasarkan potensi dari kader PMII sendiri.

Sehingga melalui “Safari Pergerakan”, PMII Rayon Sosial Unesa menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang tidak hanya struktural saja, tetapi tumbuh rasa persahabatan internal dan juga responsif terhadap kebutuhan kader di tingkat basis.


Penulis: M. Alvin Putra Hardiyanto

Profil PMII Rayon Sosial UNESA


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Sosial Komisariat Universitas Negeri Surabaya merupakan salah satu basis kaderisasi yang bernaung dalam struktur PMII di lingkungan kampus UNESA, khususnya di rumpun Fakultas Ilmu Sosial dan bidang keilmuan yang berorientasi pada realitas masyarakat.

Rayon Sosial tidak hanya menjadi ruang berhimpun, tetapi juga ruang proses, tempat kader ditempa melalui dialektika antara nilai keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan sosial. Sebagai bagian dari tradisi besar PMII yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), PMII Rayon Sosial hadir sebagai wadah pembentukan kader yang kritis, dan transformatif dalam membaca serta merespons dinamika sosial, baik di ranah kampus maupun masyarakat luas. Dengan demikian, keberadaannya tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga ideologis dan praksis.

Pada akhirnya, ber-PMII bukan hanya tentang keanggotaan, tetapi tentang proses berkhidmat untuk tumbuh menjadi seorang kader yang sadar terhadap nilai dan persahabatan.

Historis dan Manifestasi PMII Rayon Sosial

PMII Rayon Sosial merupakan hasil dari dinamika perkembangan kaderisasi di lingkungan Komisariat PMII UNESA yang berlangsung secara bertahap dan kontekstual. Berdasarkan penuturan Kang Masduki (Ketua Komisariat PMII UNESA masa khidmat 2001 dan juga sebagai alumni dari fakultas FISH atau yang sekarang dikenal dengan FISIPOL); pada awal tahun 2000-an struktur organisasi PMII Komisariat UNESA masih terdiri dari dua basis Rayon, yakni Rayon Lidah dan Rayon Ketintang.

Seiring dengan meningkatnya jumlah kader serta kompleksitas kebutuhan gerakan, terjadi proses diferensiasi struktural. Rayon Ketintang kemudian berkembang menjadi Rayon Ekonomi Sosial (Eksos) dan Rayon Saintek sebagai upaya penguatan kaderisasi berbasis keilmuan dan ruang gerak yang lebih spesifik.

Perkembangan tersebut terus berlanjut hingga pada tahun 2017 Rayon Eksos kembali mengalami pemekaran menjadi dua rayon, yaitu Rayon Ekonomi dan Rayon Sosial. Dari sinilah PMII Rayon Sosial resmi berdiri sebagai entitas kaderisasi yang mandiri, dengan awal kepemimpinan oleh sahabati Diana Alfi Nuraini dari Prodi Administrasi Negara sebagai Ketua Rayon Sosial Pertama yang membawa perjalanan tumbuhnya Rayon Sosial.

Keberadaan PMII Rayon Sosial tidak hanya dipahami sebagai hasil administratif organisasi, tetapi sebagai manifestasi dari kebutuhan objektif gerakan dalam memperkuat kaderisasi, intelektualitas, dan gerakan sosial.